1. Ada suatu waktu kita rasa kita cukup sunyi. Kita punya kisah silam yang tiada mampu kita berkongsi. Waktu itu manusia cuma tahu menghukumi. Sedangkan susah kita untuk keluar dari sudut kejahilan itu cukup berat, membutuhkan kesabaran yang hanya tuhan mampu mengerti.
2. Kita manusia, punya lidah dan nikmat suara untuk berbicara. Suatu waktu, berdiamlah lebih baik, andaikata kita punya sedikit kewarasan untuk mengerti kata-kata kita barangkali mengguris hati pihak yang mendengar. Bukankah mukmin yang baik adalah yang tidak menyakiti saudaranya dengan perkataan sendiri?
3. Kita takutkan mati, tipa kita masih dengan perkara-perkara keji. Kadang kita lupa. Kadang kita ingat tapi kita tidak kuat. Maka kita buat. Kita rasa jauh. Jauh dari pencipta. Kita rasa dunia sukar untuk kita. Sampai suatu waktu, kita hampir hilang waras, tuhan bisikkan kita. Dia sebenarnya dekat. Lebih dekat dari urat nadi sendiri. Sedangkan duduknya tinggi di Arasy sana. Tapi dekatnya dia seperti di dalam hati sendiri.
4. Suatu waktu kita mahu berbicara keburukan orang lain. Waktu itu kita lupa, kita sedang memburukkan diri sendiri di hadapan orang lain. Kita sedang memburukkan catatan Atid yang setia mencatat di sisi kiri. Barangkali kita lupa, tatkala kita mengeji orang lain, orang lain juga mengeji kita di belakang. Ini pesan untuk diri sendiri. Ini pesan untuk diri sendiri. Ini pesan untuk diri sendiri. Jangan selalu lupa. Takut di akhirat nanti dirobek-robek anjing neraka.
5. Minggu yang selalu beremosi entah kenapa. Mahu segera pulang. Cukuplah dulu semester ini..
No comments:
Post a Comment